Menjaga lingkungan tetap hijau dan bersih adalah tanggung jawab kita bersama.
Banyak hal dapat dilakukan. Nggak usah mikir yang muluk-muluk, mulai dari yang sederhana saja.
Mulai dari rumah kita, mulai dari diri kita....

Sabtu, 11 Agustus 2012

MagComp: Alat Praktis Pembiak Suplemen Pakan untuk Buletong


Akhirnya saya sebut komposter yang saya disain dengan nama MagComp (Singkatan dari Maggot Composter). Sudah dua tahun saya coba. Performansinya terbukti bagus, sangat gampang pengoperasiannya, relatif awet, dan murah biayanya serta banyak manfaatnya.

Masih ingat apa itu MagComp? Seperti yang pernah saya tulis dalam blog ini dua tahun yang lalu (September 2010), komposter maggot adalah komposter yang berfungsi untuk budidaya maggot dan mengolah sampah makanan menjadi kompos. Maggot adalah larva lalat yang bentuknya menyerupai ulat.

MagComp, lain daripada yang lain. Belum ada didunia sebelumnya. Bentuknya berupa dua buah corong (cone) yang ditangkupkan mulutnya satu sama lain. Volumenya sekitar 30 liter.  Kemudian salah satu bagian ditanam di tanah, sedangkan yang satunya lagi muncul di atas permukaan tanah.

Dari pengamatan selama dua tahun, performansinya terbukti bagus. Dengan menggunakan dua buah MagComp, timbulan sampah makanan yang berasal dari dapur kami sekeluarga dapat tertangani dengan baik. Kami sekeluarga ada 6 jiwa (saya dan istri, beserta keempat anak kami). Dalam kondisi normal, kedua komposter tersebut tidak pernah ‘mengeluh’ kewalahan. Hanya dalam kondisi tertentu, seperti misalnya pada saat kami masak dalam jumlah besar untuk taklim gabungan antar halaqoh atau aqiqoh anak-anak atau pertemuan RT, kedua komposter tersebut ‘menjerit-jerit’ dijejali sampah makanan…

Sampah makanan yang dimasukan kedalamnya segera terurai sehingga volumenya menyusut drastis. Sejalan dengan itu munculah maggot. Produksi maggotnya juga jangan ditanya, banyak sekali. Mereka berjejalan dipermukaan sampah sumber makannya. Mereka bergerak saling menyelusup dengan ketebalan sekitar  1-2 cm. MagComp memang didisain agar telur lalat yang terbawa dalam sampah makanan menetas menjadi larva dalam suasana yang hangat dan cocok baginya. Populasi maggot tersebut saya manfaatkan untuk suplemen pakan lele yang dibudidayakan dalam tong. Maggot merupakan pakan bergizi tinggi bagi ikan lele yang dapat menggantikan pelet. Sekali tebar, maggot langsung disamber oleh lele, dimakan dengan lahapnya. Dengan suplemen maggot, jumlah pelet yang disediakan jumlahnya dapat ditekan.

Maggot dapat pula digunakan untuk suplemen pakan ayam, burung peliharaan, ikan hias, umpan pancing, dan sebagainya.

MagComp memang didedikasikan untuk produksi maggot sehingga produksi komposnya sangat sedikit. Sampah makanan sebagian besar terurai menjadi gas, air dan maggot. Komposnya saking sedikitnya, hampir-hampir tidak pernah dipanen… 

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum

Terima kasih banyak atas artikel yang sangat bermanfaat ini.

saya merasa sangat tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara membuat magcomp secara detail.

dalam artikel yang saya baca ini, tidak dimuat cara pembuatannya.

mohon bantuan ilmunya

terima kasih

BUNA buletin anak mengatakan...

Sangat bagus dan bermanfaat pak. Saya sudah bikin komposter di rumah, alhamdulillah sangat membantu pengelolaan sampah. Tapi masih sering bermasalah dengan sampah keras, seperti tulang ayam, kulit nangka, dsb. Bisakah dimasukkan ke magcomp juga. Bisakah minta sketsa gambar magcom-nya, untuk saya praktekkan di rumah & lingkungan saya. Untuk diketahui, saya sangat concern dengan masalah lingkungan, terutama sampah. Terimakasih sebelumnya. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak.

Andhy (bunakita.wordpress.com)

BUNA buletin anak mengatakan...

Sangat bagus dan bermanfaat pak. Saya sudah bikin komposter di rumah, alhamdulillah sangat membantu pengelolaan sampah. Tapi masih sering bermasalah dengan sampah keras, seperti tulang ayam, kulit nangka, dsb. Bisakah dimasukkan ke magcomp juga. Bisakah minta sketsa gambar magcom-nya, untuk saya praktekkan di rumah & lingkungan saya. Untuk diketahui, saya sangat concern dengan masalah lingkungan, terutama sampah. Terimakasih sebelumnya. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak.

Andhy (bunakita.wordpress.com)